Kemurungan yang malang, si kerasukan mengelam diremang taman miang, mata hitam mengaspal pekat padat Meletuplah keliaran merah
Kenari menari dirinjing angin biji-bijinya seluruhnya tumpah terserak di jalan banjir tubuh yang tikam kebencian jiwanya jadi ambruk dalam beberapa detik saja.
Di tembok laraku berkeliling membinar sudah tawa kebencian licik. Laraku memekik ditelinga kiri, sungguh, pekiknya terdengar sampai tulang.
i'm no one, i'm nothing, i only human beings in this mortal world who seek the real meaning of live, only one conviction, The Creator of me, The Creator of this mortal world, The Big Architech of Universe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar