banjir ibu kota
Gerimis muram di jendela Ibukota,
ribuan bola mata berkaca menatap dan pecah.
Ruam-ruam putih dari masa kemasa terhanyut ke selokan-selokan hitam.
Dingin menguntit dan mengutukinya;
hari keemasan,
ribuan bola mata berkaca menatap dan pecah.
Ruam-ruam putih dari masa kemasa terhanyut ke selokan-selokan hitam.
Dingin menguntit dan mengutukinya;
hari keemasan,
bagai taman bebunga firdausi,
O Ibukota..
kini meranggas ditiap semi musimnya..
Kengerian tergambar melesat dalam pikiran,
kini meranggas ditiap semi musimnya..
Kengerian tergambar melesat dalam pikiran,
tentang sebuah anugrah yang kan dijebloskan..
Jalan kesungai dibelokan.
Jalan kesungai dibelokan.
Dan tak ada jalan kelaut,
kota pun diluapkan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar